Cara Cek Dana Bansos Online: Panduan Lengkap Cek Bantuan Sosial dari HP

Author Finansial

Pengen tahu apakah kamu termasuk penerima bantuan sosial dari pemerintah? Sekarang cara cek dana bansos online bisa dilakukan dengan mudah dari HP tanpa perlu datang ke kantor desa atau kelurahan. Cukup akses website resmi atau pakai aplikasi dari Kemensos, semua info bantuan sosial bisa kamu cek dalam hitungan menit.

Caratau akan memberikan panduan lengkap cara cek dana bansos online, mulai dari jenis-jenis bansos yang tersedia, cara cek lewat website dan aplikasi, sampai tips kalau nama kamu tidak masuk daftar penerima.

Daftar Isi

Pahami Dana Bansos Kemensos

Dana bansos adalah bantuan sosial dari pemerintah untuk masyarakat kurang mampu atau terdampak kondisi tertentu. Program ini dikelola oleh Kementerian Sosial (Kemensos) dan beberapa kementerian lain.

Ada beberapa jenis bantuan sosial yang rutin disalurkan pemerintah:

  1. Program Keluarga Harapan (PKH): Bantuan tunai untuk keluarga sangat miskin dengan ibu hamil, anak sekolah, lansia, atau penyandang disabilitas. Besarannya bervariasi dari Rp 750 ribu sampai Rp 3 juta per tahun tergantung komponen keluarga.
  2. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT): Bantuan sembako senilai Rp 200 ribu per bulan yang bisa ditukar dengan beras dan telur di e-warong atau agen bank terdekat.
  3. Bantuan Langsung Tunai (BLT): Bantuan tunai yang diberikan saat kondisi darurat seperti pandemi atau kenaikan BBM. Besarannya bervariasi, biasanya Rp 300 ribu sampai Rp 600 ribu per bulan

Siapa yang Berhak Dapat Bansos?

Tidak semua orang bisa dapat bansos. Ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi:

  1. Terdaftar di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN): Ini database utama penerima bansos yang dikelola Kemensos. Data ini berasal dari hasil pendataan keluarga miskin oleh pemerintah daerah.
  2. Memenuhi Kriteria Ekonomi: Keluarga dengan pendapatan rendah, rumah tidak layak, tidak punya kendaraan bermotor, atau tidak punya tabungan signifikan.
  3. Punya Komponen Keluarga Tertentu: Untuk PKH, harus punya komponen seperti ibu hamil, balita, anak sekolah, lansia di atas 60 tahun, atau penyandang disabilitas berat.
  4. Tidak Menerima Bantuan Lain: Beberapa program bansos tidak boleh diterima bersamaan. Misalnya, kalau sudah dapat PKH, biasanya tidak bisa dapat BLT lagi.
  5. Aktif Mengikuti Verifikasi: Penerima bansos harus rajin update data dan mengikuti verifikasi berkala untuk memastikan masih memenuhi syarat.

Cara Cek Dana Bansos Online Lewat Website

Berikut langkah-langkah cara cek dana bansos online melalui website resmi:

Langkah 1: Buka Website Cek Bansos Kemensos

Buka browser di HP atau laptop kamu, lalu kunjungi website resmi Bansos Kemensos. Pastikan kamu akses link yang benar supaya tidak kena phishing atau situs palsu.

Website ini adalah portal resmi dari Kementerian Sosial untuk cek status penerima bantuan sosial. Tampilannya sederhana, mudah digunakan dan diakses dari HP.

Langkah 2: Pilih Provinsi, Kabupaten/Kota

Di halaman utama, kamu akan lihat dropdown menu untuk pilih lokasi. Pilih provinsi tempat tinggalmu, lalu pilih kabupaten atau kota.

Pastikan pilih lokasi sesuai dengan KTP atau domisili yang terdaftar di data kependudukan. Kalau salah pilih lokasi, nama kamu tidak akan muncul.

Langkah 3: Pilih Kecamatan dan Kelurahan/Desa

Setelah pilih kabupaten/kota, akan muncul pilihan kecamatan. Pilih kecamatan tempat tinggalmu, lalu pilih kelurahan atau desa.

Semakin spesifik lokasi yang kamu pilih, semakin mudah menemukan data kamu di sistem.

Langkah 4: Masukkan Nama Lengkap

Ketik nama lengkap kamu sesuai KTP di kolom pencarian. Gunakan huruf kapital dan pastikan ejaannya benar karena sistem sangat sensitif dengan penulisan nama.

Kalau nama kamu panjang atau ada gelar, coba ketik nama inti aja dulu tanpa gelar.

Langkah 5: Masukkan Kode Captcha

Isi kode captcha yang muncul di layar untuk verifikasi bahwa kamu bukan robot. Kalau kode captcha-nya susah dibaca, klik tombol refresh untuk dapat kode baru.

Pastikan ketik kode dengan benar, termasuk huruf besar kecilnya.

Langkah 6: Klik Tombol Cari Data

Setelah semua kolom terisi, klik tombol "Cari Data" atau "Submit". Tunggu beberapa detik sampai sistem memproses pencarian.

Kalau koneksi internet kamu lambat, proses ini bisa agak lama. Sabar aja dan jangan reload halaman.

Langkah 7: Lihat Hasil Pencarian

Kalau nama kamu terdaftar sebagai penerima bansos, akan muncul informasi detail seperti nama lengkap, alamat, jenis bantuan yang diterima, dan periode penyaluran.

Kalau tidak muncul apa-apa atau muncul pesan "Data tidak ditemukan", artinya kamu belum terdaftar sebagai penerima bansos.

Cara Cek Bansos Lewat Aplikasi Cek Bansos

Selain lewat website, kamu juga bisa cek bansos pakai aplikasi mobile:

Langkah 1: Download Aplikasi Cek Bansos

Buka Google Play Store (Android) atau App Store (iOS), lalu cari aplikasi "Cek Bansos". Download dan install aplikasi resmi dari Kemensos RI pada link download berikut.

  1. Play Store: Link download Aplikasi Cek Bansos
  2. App Store: Link download Aplikasi Cek Bansos

Pastikan download aplikasi dengan logo resmi Kemensos. Hindari aplikasi palsu yang biasanya minta akses data berlebihan.

Langkah 2: Buka Aplikasi dan Pilih Menu Cek Penerima

Setelah aplikasi terinstall, buka aplikasinya. Di halaman utama, pilih menu "Cek Penerima Bansos" atau "Pencarian Data".

Interface aplikasi biasanya lebih user-friendly dibanding website, jadi lebih mudah dipakai terutama buat yang kurang familiar dengan teknologi.

Langkah 3: Isi Data Lokasi dan Nama

Sama seperti di website, isi data lokasi mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, sampai kelurahan/desa. Lalu ketik nama lengkap sesuai KTP.

Aplikasi biasanya punya fitur autocomplete yang bisa bantu kamu lebih cepat pilih lokasi.

Langkah 4: Verifikasi dengan Captcha atau OTP

Beberapa aplikasi minta verifikasi tambahan seperti captcha atau OTP yang dikirim ke nomor HP terdaftar. Ikuti instruksi verifikasi yang muncul.

Ini untuk keamanan data pribadi kamu supaya tidak sembarangan orang bisa akses informasi bansos.

Langkah 5: Lihat Detail Bantuan

Kalau data ditemukan, aplikasi akan tampilkan detail bantuan yang kamu terima. Kamu bisa simpan screenshot sebagai bukti atau share ke keluarga.

Beberapa aplikasi juga kasih notifikasi kalau ada update penyaluran bantuan baru.

Tips Kalau Nama Tidak Terdaftar

Kalau setelah cek ternyata nama kamu tidak masuk daftar penerima bansos, jangan langsung putus asa. Coba tips berikut:

  1. Cek dengan Variasi Nama: Kadang sistem mencatat nama dengan versi berbeda. Coba ketik nama pendek, nama lengkap dengan gelar, atau nama tanpa gelar.
  2. Verifikasi di Kelurahan/Desa: Datang ke kantor kelurahan atau desa untuk verifikasi apakah data kamu sudah masuk dalam usulan penerima bansos ke kecamatan atau Dinsos.
  3. Ajukan Usulan Baru: Kalau memang belum terdaftar dan kamu merasa memenuhi syarat, ajukan permohonan ke RT/RW untuk diusulkan sebagai calon penerima bansos.
  4. Update Data di Dukcapil: Pastikan data kependudukan kamu di Dukcapil sudah update dan benar. Data yang salah atau belum update bisa bikin kamu tidak masuk database bansos.
  5. Ikut Pendataan Ulang: Pemerintah rutin melakukan pendataan ulang keluarga miskin. Pastikan kamu ikut saat ada petugas datang untuk pendataan.
  6. Hubungi Call Center Kemensos: Telepon 177 atau kirim email ke pengaduan Kemensos kalau kamu merasa ada kesalahan data atau punya pertanyaan.

Pertanyaan Terkait Cek Dana Bansos Online

  1. Bagaimana cara cek dana bansos online dengan mudah? Cara paling mudah adalah kunjungi website https://cekbansos.kemensos.go.id/, pilih lokasi tempat tinggalmu (provinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan), ketik nama lengkap sesuai KTP, isi captcha, lalu klik "Cari Data". Kalau nama kamu terdaftar, akan muncul detail jenis bantuan yang kamu terima. Alternatif lain bisa pakai aplikasi "Cek Bansos" dari Kemensos yang bisa didownload di Play Store atau App Store.
  2. Apa yang harus dilakukan kalau nama tidak muncul saat cek bansos? Kalau nama tidak muncul, pertama coba cek dengan variasi nama (nama pendek atau lengkap). Kedua, pastikan kamu pilih lokasi yang benar sesuai domisili di KTP. Ketiga, datang ke kelurahan untuk verifikasi apakah data kamu sudah masuk usulan. Kalau memang belum terdaftar dan kamu merasa memenuhi syarat, ajukan usulan ke RT/RW untuk dimasukkan dalam daftar calon penerima bansos periode berikutnya.
  3. Berapa lama proses pencairan dana bansos setelah terdaftar? Proses pencairan tergantung jenis bantuan dan periode penyaluran. Untuk PKH, biasanya dicairkan 4 kali setahun (setiap 3 bulan). BPNT dicairkan setiap bulan. BLT atau bantuan insidental dicairkan sesuai jadwal yang ditentukan pemerintah pusat. Setelah nama kamu masuk daftar penerima, biasanya butuh 1-3 bulan untuk pencairan pertama karena ada proses verifikasi dan validasi data.
  4. Apakah bisa cek bansos pakai NIK saja tanpa nama? Tidak bisa karena untuk portal https://cekbansos.kemensos.go.id/, kamu harus input nama lengkap, lokasi lengkap, NIK, dan domisili.
  5. Kenapa bantuan bansos saya terhenti padahal masih memenuhi syarat? Ada beberapa kemungkinan: pertama, data kamu belum di-update dalam 2 tahun terakhir sehingga dianggap tidak aktif. Kedua, ada perubahan data keluarga (misalnya anak sudah lulus sekolah atau lansia meninggal) yang bikin kamu tidak lagi memenuhi kriteria. Ketiga, ada penerima lain yang lebih prioritas dan kuota terbatas. Keempat, ada kesalahan administrasi di sistem. Hubungi pendamping PKH atau petugas kelurahan untuk klarifikasi dan minta aktivasi kembali.
  6. Apakah data pribadi aman saat cek bansos online? Website resmi pemerintah seperti cekbansos.kemensos.go.id sudah dilengkapi dengan sistem keamanan data. Selama kamu akses website resmi dengan domain .go.id dan bukan situs palsu, data kamu aman. Jangan pernah input data pribadi seperti NIK, nomor KK, atau foto KTP di website yang tidak jelas atau ke orang yang mengaku bisa bantu daftarkan bansos dengan bayaran. Kemensos tidak pernah minta biaya apapun untuk pendaftaran bansos.